Alhamdulillah.....syukuri apa yang kamu dapat hari ini. Syukuri kesempatan yang diberikan kepadamu hari ini. Hari ini tak mungkin terulang kembali namun kita bisa memperbaiki kekurangan di hari ini. Tak ada kata sempurna dikehidupan manusia namun akan selalu ada kata terbaik dalam hidup manusia.
Sekarang uda saatnya logika yang bermain, lihat apa yang benar - benar real. Karena kehidupan yang kita jalani adalah kehidupan nyata, yang mau tak mau harus diterima oleh otak bukan naluri hati.
Tapi tetap harus disinkronkan antara hati dan pikiran biar semuanya jadi balance, hati yang menentukan dan otak yang harus menjalankan.
Antara otak kiri dan otak kanan juga harus seimbang, otak kiri memainkan logika dan akan selalu menuntut apa yang menjadi keinginan sang otak termasuk masalah inteligensi. Otak kiri berjalan mengiringi logika yang sebenarnya, fakta yang memang terjadi. Otak kanan memainkan yang namanya kerohanian, kreatifitas dan kepribadian. Itulah dikenal istilah Intelligen Quotient (IQ) untuk otak kiri dan Emotion Quotient (EQ) untuk otak kanan.
Lihatlah fenomena kehidupan yang terjadi sekarang, bahkan aku merasakan ini juga terjadi pada diriku. Betapa otak kiri mulai menjajah semua pemikiran, keinginan untuk mengejar impian yang terlalu berambisi dan ketidakpuasan terhadap apa yang didapat.
Apabila otak kiri terlalu menguasai, yang terjadi adalah kita tidak akan mengenal yang namanya keikhlasan. Apa yang menjadi keinginan harus selalu tercapai, tidak mau mengenal yang namanya kegagalan. Inilah yang mengakibatkan terciptanya sosok yang "ambisius".
Otak kanan lah yang akan menyeimbangkan, namun jika otak kanan pun yang selalu diasah juga tidak akan baik. Akibatnya, keinginan untuk maju dan mengejar impian juga akan berkurang. Ia akan cenderung untuk memasrahkan diri dan menerima apa yang sudah ia dapat dengan begitu saja tanpa suatu perjuangan yang lebih.
Maka dari itu, mulai sekarang kita harus bisa menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan demi kebahagiaan dunia dan akhirat kelak. Satu cara yang selalu bisa kita lakukan, yaitu perjuangan yang diiringi doa dan rasa syukur.
Percayalah.......selagi kita mau pasti akan selalu ada jalan yang terbuka. Amin
Apabila otak kiri terlalu menguasai, yang terjadi adalah kita tidak akan mengenal yang namanya keikhlasan. Apa yang menjadi keinginan harus selalu tercapai, tidak mau mengenal yang namanya kegagalan. Inilah yang mengakibatkan terciptanya sosok yang "ambisius".
Otak kanan lah yang akan menyeimbangkan, namun jika otak kanan pun yang selalu diasah juga tidak akan baik. Akibatnya, keinginan untuk maju dan mengejar impian juga akan berkurang. Ia akan cenderung untuk memasrahkan diri dan menerima apa yang sudah ia dapat dengan begitu saja tanpa suatu perjuangan yang lebih.
Maka dari itu, mulai sekarang kita harus bisa menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan demi kebahagiaan dunia dan akhirat kelak. Satu cara yang selalu bisa kita lakukan, yaitu perjuangan yang diiringi doa dan rasa syukur.
Percayalah.......selagi kita mau pasti akan selalu ada jalan yang terbuka. Amin
No comments:
Post a Comment